TP PKK Provinsi Lampung Kunjungan Kerja Ke Desa Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting
OTENTIK
(BANDARLAMPUNG) – TP PKK Provinsi Lampung
melaksanakan kunjungan kerja dalam
rangka monitoring dan evaluasi Desa Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan
Stunting serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, di Kelurahan Sumber Agung,
Bandar Lampung, Selasa (22/11/2022).
Dalam
sambutan tertulis Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal yang
dibacakan Ketua Bidang IV Ny. Dewi Ruskandi
mengatakan bahwa sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dan agenda kerja Pemerintah Provinsi Lampung,
TP PKK Provinsi
Lampung sebagai mitra Pemerintah, memprioritaskan 3 isu utama.
Isu utama
tersebut yaitu pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak
anak dan pencegahan
stunting yang sekaligus menjadi tema kunjungan kerja.
Isu
pemberdayaan perempuan hakikatnya bukan menjadikan ibu-ibu sebagai pesaing bagi
bapak bapaknya, tapi ibu-ibunya diharapkan bisa menjadi mitra dan pelengkap
bagi bapak-bapaknya serta bisa menyiapkan anak-anaknya menjadi generasi
berkualitas.
"Kenapa
permasalahan stunting atau kerdil ini menjadi sangat penting, karena stunting
akan berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Stunting,
tambahnya, berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka
panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko
serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.
Meskipun
berdasarkan data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) capaian Provinsi
Lampung dalam penurunan stunting sudah cukup baik, dari 26,26% pada tahun 2019
menjadi 18,15% di tahun 2021 (dibawah nasional 24,4%), akan tetapi masih
dibutuhkan kerja keras kita semua untuk mewujudkan Provinsi Lampung bebas
stunting masih sangat diperlukan.
Hal itulah
yang melatarbelakangi kunjungan kerja Tim Penggerak PKK pada hari ini yang
dilaksanakan bersinergi dengan beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi
Lampung seperti Dinas Kesehatan; BKKBN;
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Dinas PMD; Dinas Pertanian;
Dinas Kelautan dan Perikanan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; PMI dan Pokja PAUD Provinsi Lampung.
"Dan
kami menjadikan desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak sekaligus
desa/kelurahan konvergensi penanganan dan pencegahan stunting ini sebagai
contoh ideal kelembagaan dan kegiatan minimal yang seyogyanya ada dalam suatu
kelurahan sebagai unit pemerintahan terkecil." tegasnya.
Ini juga
menjadi contoh keroyokan program oleh OPD pada lokus yang sama mulai dari
pendataan yang akurat sebagai dasar kebijakan; pelibatan perempuan dan anak
dalam proses musrenbangdes; penguatan usaha ekonomi bagi ibu-ibu keluarga
berencana pemenuhan hak anak di sisi kesehatan dan pendidikan dengan pemberian
ASI eksklusif, revitalisasi posyandu, PAUD holistik integratif, sekolah ramah
anak dan pusat kegiatan anak,
Pemenuhan
gizi keluarga dengan penguatan KWT dan pemanfaatan lahan paket kebun, kandang,
dan kolam serta kemampuan ibu-ibunya untuk mengolah makanan bergizi; pola
pengasuhan keluarga yang baik dan penguatan
"Remaja
menjadi koselor sebaya dan yang paling penting adalah ibu-ibu PKK yang dapat
menjadi penggerak di kelurahan, " ujarnya lagi
Sementara
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa Pemerintah Bandar
Lampung berupaya melakukan yang terbaik untuk semua warga
masyarakat Bandar Lampung.
Bahkan untuk
ibu dan anak Pemkot Bandar Lampung sudah juga menyiapkan untuk masalah bantuan
hukum bagi anak-anak bagi ibu-ibu yang ada permasalahan hukum.
"Tidak
ada lagi yang namanya KDRT Kota Bandar Lampung maupun pemukulan anak-anak yang
ada di kota Bandar Lampung, " ujarnya.
Terkait
stunting Eva Dwiana mengatakan, bahwa
Pemkot sudah menyiapkan 2,3 Miliar untuk makanan bergizi bagi anak-anak kota
Bandar Lampung.
"Besar
harapan Kota Bandar Lampung bisa memberikan yang terbaik bukan hanya untuk
masalah UKM Tapi semua program yang bisa kami suguhkan yang terbaik dari orang
yang datang ke Kota Bandar Lampung, " pungkasnya. (ida/kominfotik)

Comments