Gubernur Arinal Paparkan Keunggulan 4 Pilar Pembangunan Lampung Selama Tahun 2022
REFLEKSI
AKHIR TAHUN KINERJA GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR LAMPUNG
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung
Arinal Djunaidi memaparkan sejumlah keberhasilan program pembangunan dalam
acara Refleksi Akhir Tahun Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun
2022, di Aula Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bandar Lampung,
Senin (26/12/2022).
Dalam
paparannya, Gubernur Arinal menyampaikan 4 (empat) pilar pembangunan Provinsi
Lampung selama tahun 2022, yakni meliputi Pilar Ekonomi, Pilar Sosial, Pilar
Hukum dan Pemerintahan, dan Pilar Lingkungan.
Kinerja
pembangunan Pilar Ekonomi telah menunjukkan arah perbaikan, ditandai dengan
pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang senantiasa positif pada kuartal I,
II dan III tahun 2022,
bahkan pernah mencatat angka pertumbuhan sebesar 9,12 persen (q to q)
pada Triwulan II-2022; yang merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di
Indonesia.
Di tengah
tumbuhnya ekonomi tersebut, perekonomian Provinsi Lampung, masih menghadapi
tantangan untuk mengendalikan inflasi. Sebagaimana telah kita ketahui bersama
pada tanggal 3 September 2022 yang lalu pemerintah pusat secara resmi telah
menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar.
Tugas utama
Pemerintah Daerah adalah mengamankan kebijakan tersebut, sehingga masyarakat
tetap dapat terlindungi baik secara sosial maupun ekonomi. Salah satunya dengan
menginstruksikan kepada seluruh Bupati/Walikota untuk segera menganggarkan Belanja
Perlindungan Sosial dalam APBD T.A. 2022 masing-masing Pemkab/Pemkot,
sesuai dengan PMK Nomor 134/PMK.07 /2022 tanggal 5 September 2022 tentang Belanja
Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi T.A. 2022, dan Surat Edaran
Mendagri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga.
Sejalan
dengan upaya pemulihan ekonomi, pengendalian terhadap Covid-19 juga terus
dilakukan.
Upaya ini menjadi
penting, mengingat bahwa berulangnya pandemi Covid-19 dapat menjadi penghambat
kinerja perekonomian. Berbagai bentuk intervensi pemerintah baik secara
promotif, preventif, maupun kuratif, termasuk pelaksanaan vaksinasi dan booster
terus dilanjutkan. Hingga 19 Desember 2022, Cakupan Vaksin Dosis I (mencapai
80,95 persen), Dosis II (mencapai 66,46 persen), Dosis III (mencapai 27,86
persen), dan Dosis IV (mencapai 2,33 persen).
Di tengah
upaya pemulihan ekonomi nasional dan respon terhadap ancaman krisis pangan
secara global, pembangunan Pilar Ekonomi juga didukung dengan implementasi
Janji Kerja, antara lain:
Pertama,
Janji Kerja yang berkenaan dengan program Kartu Petani Berjaya (KPB) sangat
sejalan dengan upaya Pemerintah untuk memperkuat produksi
dan produktifitas pertanian, sekaligus menjadi bantalan jaring pengaman sosial
bagi keluarga petani.
Hingga
November 2022, kinerja Program KPB telah mampu mendorong Penyaluran Kredit
Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp.452,54 Milyar, untuk 12.221 petani. Selanjutnya
transaksi penebusan pupuk bersubsidi mencapai 96.115 petani yang setara dengan
nilai Rp.17,9 Miliyar; serta pemberian Beasiswa bagi Mahasiswa Pertanian kepada
217 mahasiswa pertanian di UNILA dan Polinela.
Keberhasilan
pembangunan pertanian Lampung tersebut, diapresiasi oleh Menteri Pertanian RI
melalui Penghargaan Pelaksanaan Program
Asuransi Pertanian dalam mendukung dan memajukan sektor pertanian.
Berkenaan
dengan Janji Kerja di sektor perkebunan, Pada tahun 2022 pemerintah daerah terus
melanjutkan upaya untuk melakukan Revitalisasi Lada (dalam bentuk
Rehabilitasi Tanaman Lada seluas 300 Hektar yang tersebar di
Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara, Tanggamus dan Lampung Timur); dan Intensifikasi Tanaman Kopi seluas 70 Hektar
di Lampung Barat. Selain itu, dilakukan intensifikasi kakao seluas 50 Hektar di
Pesawaran. Termasuk pula kegiatan peremajaan tanaman tebu seluas 400 hektar.
Demikian juga peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) telah dilaksanakan
kepada 173 pelaku perkebunan dengan luas lahan 280 hektar.
Upaya
pembangunan sektor perkebunan Provinsi Lampung, memperoleh apresiasi berupa
Anugerah Perkebunan Indonesia Tahun 2022 dalam pengawalan dan pendampingan
kebijakan pembangunan.
Demikian pula
program Nelayan Berjaya; telah dilaksanakan
pemberian asuransi kepada 1.150 nelayan, bantuan alat tangkap ramah lingkungan,
serta bantuan benih dan pakan kepada pelaku pemula budidaya Ikan, serta restocking benih ikan
sebanyak 2,1 juta benih (ikan jelabat, baung, belida, nila dan patin) pada
perairan umum di wilayah Tulang Bawang, Pringsewu, Pesawaran, Mesuji, Lampung
Tengah dan Lampung Barat.
Kedua,
keberhasilan pembangunan ekonomi tersebut, didukung juga oleh pembangunan
infrastruktur dan penguatan konektivitas yang ditunjukkan dengan tercapainya
Tingkat Kemantapan Jalan sebesar 76%;
melalui upaya penanganan
jalan Provinsi sepanjang 159,44 Km yang tersebar di beberapa
Kab/Kota.
Pemenuhan
infrastruktur dasar wilayah juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur
bidang pertanian antara lain: Rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di 37
lokasi, serta sinergi pembangunan dengan pemerintah pusat untuk penyelesaian
Bendungan Marga Tiga di Kabupaten Lampung Timur. Selanjutnya, Rasio
Elektrifikasi Rumah Tangga sebesar 99,99%; dan tersisa 11 desa yang belum
teraliri listrik dari 2.651 desa/kelurahan di Provinsi Lampung.
Semakin
membaiknya sektor pariwisata diwujudkan dengan membangun infrastruktur
konektivitas dan perbaikan sarana di berbagai lokasi objek pariwisata dari
Tanjung Setia, Teluk Kiluan, Pahawang sampai Bakauheni Harbour City (BHC) di
Lampung Selatan.
Disamping
itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pelaksanaan berbagai event/festival, antara
lain: Lampung Beach Run, Lampung Krakatau Festival, Lampung Music Festival,
Lampung Craft dan penyelenggaraan Hari
Kopi Internasional sebagai implementasi Agenda Kerja Lampung Kaya Festival.
Selanjutnya,
tahun 2022 ini juga Pemerintah Provinsi Lampung memperoleh penghargaan Anugerah
Desa Wisata (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pantai
Minang Rua Lampung Selatan, Teluk Kiluan Tanggamus dan Pulau Pahawang
Pesawaran.
Kemudian,
Capaian Realisasi Investasi di Provinsi Lampung sampai dengan Triwulan III Rp.
6,82 Triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing sebesar Rp. 2,20 Triliun
(Peringkat 5 Sumatera dan 21 Nasional) dan Penanaman Modal Dalam Negeri Rp.
4,61 Triliun (peringkat 6 Sumatera dan 18 Nasional). Investasi di Provinsi Lampung didominasi
Sektor Industri Makanan.
Ketiga, Secara kumulatif dari Januari hingga Oktober
2022 neraca perdagangan Provinsi Lampung mencatat Surplus, mencapai 2,5 Milyar
US$ dan kinerja ekspor tumbuh 17,78% dibandingkan Tahun 2021.
Hal ini
didukung oleh meningkatnya upaya Hilirisasi terhadap potensi sumber daya alam
pertanian dan dukungan kinerja Pelabuhan Panjang yang menjadi Pusat Perdagangan
di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Kinerja
pembangunan Pilar Sosial juga telah menunjukan peningkatan, utamanya capaian
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi
Lampung, dimana pada tahun 2022
pertama kalinya IPM Provinsi Lampung mencapai kategori “TINGGI” yaitu sebesar
70,45 dibandingkan capaian Tahun 2021 yang berada pada level 69,90.
Capaian
tersebut tentunya tidak terlepas dari Inovasi Kebijakan Smart School; Kartu
Pendidik Berjaya; dan Revitalisasi SMK; serta program Lampung Sehat, serta
dukungan alokasi dana APBD di bidang pendidikan (minimal 20%) dan bidang
kesehatan (minimal 10%).
Selain itu,
persentase penduduk miskin Provinsi Lampung mengalami penurunan yang
signifikan. Selama kurun waktu 4 tahun, penurunan persentase penduduk miskin di
Provinsi Lampung menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.
Jika pada
tahun 2018 persentase penduduk miskin Provinsi Lampung tercatat 13,14% maka
pada Maret 2022 turun menjadi 11,57%.
Demikian pula terkait penghapusan kemiskinan ekstrim di Provinsi Lampung
terus menurun dari 5,03% (Tahun 2020) menjadi 2,29% di Tahun 2022. Atas
keberhasilan tersebut Provinsi Lampung tercatat sebagai provinsi dengan
penurunan angka kemiskinan kategori TINGGI secara nasional.
Untuk
menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak, Pemerintah Provinsi Lampung terus
mendorong terbentuknya 15 Kabupaten/Kota Layak Anak dan penyediaan layanan one
stop service bagi penyandang disabilitas. Terkait hal tersebut, pemerintah
Provinsi Lampung memperoleh penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak RI.
Selanjutnya,
atas penerapan Kebijakan Pengarusutamaan Gender melalui penempatan ASN
Perempuan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi pada tahun 2022 sebesar 40% Pemerintah
Provinsi Lampung menerima penghargaan dari Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan
Indonesia (IPIMTI) Award.
Kinerja
penanganan stunting Provinsi Lampung Tahun 2022 lebih baik dibandingkan tahun
2021, hal ini dibuktikan dengan angka stunting Provinsi Lampung sebesar 15,8
Persen dan menempati peringkat terbaik 2 (kedua) Nasional.
Selanjutnya,
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus berupaya untuk menurunkan tingkat pengangguran. Capaian indikator Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung Tahun 2022, mencapai 4,52 persen
menurun 0,17 persen dibandingkan Tahun 2021 dan lebih baik dari TPT Nasional
(5,86 persen).
Angka
ketimpangan pendapatan antar penduduk, yang
ditunjukkan oleh Rasio Gini Tahun 2022 sebesar 0,314 dalam kategori
“rendah”. Capaian ini juga lebih baik
dibandingkan nasional yang sebesar 0,381 poin.
Selanjutnya,
Performa pembangunan Pilar Hukum dan Pemerintahan juga menjadi bagian penting
bagi Pemerintah Provinsi Lampung. Capaian yang baik ditunjukkan salah satunya
dari Indeks Demokrasi di Provinsi Lampung mencapai 80,18 poin menempati peringkat
8 tertinggi Nasional, lebih baik dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar
72,79 poin.
Dibidang
hukum, Provinsi Lampung juga menunjukkan kinerja yang sangat baik. Hal ini
dibuktikan dengan raihan 12
Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan Kabupaten/ Kota peduli HAM.
Untuk
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, penyelamatan keuangan dan aset
daerah, hasil ekspose oleh KPK menunjukkan bahwa capaian Monitoring Center for Prevention (MCP)
Pemerintah Provinsi Lampung berada pada level 90,48 persen. Disamping itu, implementasi
Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) tahun 2022 berada pada level 3
dengan predikat “terdefinisi” dengan nilai 3,192 mengalami peningkatan
dibanding periode 2021 yang sebesar 2,85.
Kemudian,
implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Provinsi Lampung
sampai saat ini telah memperoleh predikat BAIK (2,76).
Demikian pula
dengan tata kelola pemerintahan, akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan
(nilai SAKIP) terus meningkat selama 3 tahun terakhir dari 63,80 menjadi 66,88
dengan Predikat “B” di tahun 2022.
Selanjutnya,
pengelolaan APBD juga telah diapresiasi oleh pemerintah pusat, antara lain :
Provinsi Lampung menempati Urutan Pertama untuk realisasi belanja APBD Provinsi
se-Indonesia Tahun Anggaran 2022 dengan capaian 77,51 persen (per 18 November
2022). Data terkini s.d. 23 Desember 2022 Realisasi Belanja APBD Provinsi
Lampung sebesar 85,66 persen. Kemandirian Fiskal juga semakin membaik, dimana
porsi PAD lebih tinggi dari Dana Transfer Daerah mencapai 54,73 persen dari
total Pendapatan Daerah.
Dalam rangka
peningkatan pelayanan publik bidang Kesehatan, RSUD Abdul Moeloek telah di
tetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional untuk 5 (lima) pengampuan:
Jantung, Stroke, Kanker, Uronefrologi, Kesehatan Ibu Anak. Fasilitas tersebut
akan mendekatkan akses pelayanan kepada pasien, sehingga tidak perlu dirujuk
keluar daerah.
Sebagai
tindak lanjutnya, RSUD Abdul Moeloek
telah melaksanakan Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana pada tanggal 18
November 2022. Selain itu, di tahun 2021-2022 telah pula dibangun Gedung
Neurologi, Gedung Perawatan Bedah Terpadu, Revitalisasi Gedung Instalasi Rawat
Jalan dan Pembangunan Ruang Tunggu Rawat Jalan, serta inovasi pelayanan
eksekutif bagi pasien.
Selanjutnya,
pembangunan Pilar Lingkungan di Provinsi Lampung menunjukan capaian yang
membaik, antara lain: Capaian penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sampai saat ini
sebesar 9,37%; dan Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 68,56 yang membaik dari tahun sebelumnya,
serta Indeks Resiko Bencana sebesar
145,42 yang juga membaik dari tahun lalu.
Dalam hal
komitmen pemanfaatan energi terbarukan, Provinsi Lampung memperoleh penghargaan
pada Kategori Optimisme Energi terbarukan dalam bauran Energi RUED 2025, dengan
capaian 29,88 persen melebihi dari target Nasional 23 persen.
Atas berbagai
capain yang diraih, sejak Juni 2019 sampai dengan Desember 2022, kinerja
Pemerintah Provinsi Lampung telah memperoleh apresiasi dan meraih 103
penghargaan, baik dari Pemerintah Pusat maupun masyarakat. Adapun tahun 2022
memperoleh sebanyak 40 penghargaan.
Semua capaian
penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras penyelenggaraan Pemerintah
Provinsi secara terencana melalui dukungan Pemerintah Pusat, dan Kabupaten/Kota
serta seluruh stakeholders terkait, termasuk di dalamnya unsur Forkopimda,
dunia usaha, Perbankan, Perguruan tinggi dan Organisasi Profesi, Pers dan
Media, serta Organisasi kemasyarakatan.
Lebih dari
itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengucapkan terima kasih dan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat yang senantiasa mendukung
dan terlibat aktif dalam pembangunan di Provinsi Lampung.
Untuk
diketahui, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni secara langsung di
Aula Kantor Bank Indonesia Provinsi Lampung yang diikuti oleh Anggota DPD RI
Abdul Hakim, Anggota Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati/Walikota, Pemerintah
Kabupaten/Kota, Organisasi, Akademis, insan pers, dan masyarakat luas melalui
aplikasi zoom.
Adapun
Refleksi Akhir Tahun ini digelar sebagai penjabaran kinerja pembangunan daerah
dari jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dibawah Kepemimpinan Gubernur Arinal
Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia di Tahun 2022. (hendri/adpim)

Comments