Akses Diblokir

Lain Lain

RSUDAM Ingatkan Potensi Meningkatnya Campak di Lampung, 76 Pasien Masih Dirawat

Advetorial

OTENTIK ( LAMPUNG ) – Lonjakan kasus campak di Provinsi Lampung dalam beberapa pekan terakhir terus menjadi sorotan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Imam Gozali, mengingatkan bahwa peningkatan ini berpotensi mengarah pada kejadian luar biasa (KLB) apabila tidak diantisipasi secara serius.

Saat ini, RSUDAM mencatat sebanyak 76 pasien masih menjalani perawatan akibat campak. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak berusia 0 hingga 12 tahun yang termasuk kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

“Peningkatan kasus terjadi hampir setiap minggu. Ini kondisi yang harus diwaspadai bersama karena ada potensi mengarah ke KLB,” ujar Imam Gozali.

Di tengah peningkatan kasus, RSUDAM juga mencatat dua pasien meninggal dunia. Namun, keduanya diketahui memiliki penyakit bawaan yang memperburuk kondisi saat terinfeksi campak.

Menurut Imam, kedua pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit swasta di Bandar Lampung dengan diagnosis awal pneumonia dan gangguan jantung. Infeksi campak baru teridentifikasi setelah pasien dirawat di RSUDAM dan menunjukkan gejala khas berupa ruam pada kulit.

“Setelah dirujuk dan muncul ruam, baru diketahui pasien juga terinfeksi campak,” jelasnya.

Sebagai upaya penanganan, RSUDAM telah menyiapkan ruang khusus Pinere untuk merawat pasien dengan penyakit infeksi menular, termasuk campak. Selain itu, sistem deteksi dini juga diperketat untuk mempercepat identifikasi kasus baru.

Manajemen rumah sakit juga meningkatkan kewaspadaan tenaga medis melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, serta pengaturan jadwal kerja guna menjaga kondisi fisik tenaga kesehatan di tengah lonjakan pasien.

Tak hanya itu, pihak RSUDAM mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran campak yang dinilai semakin meluas. Orang tua diminta memperhatikan kesehatan anak, mulai dari menjaga daya tahan tubuh hingga memastikan asupan gizi terpenuhi.

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, dan munculnya ruam pada kulit.

Seluruh perkembangan kasus, lanjut Imam, terus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyebaran.

Meski jumlah pasien meningkat, RSUDAM memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien di tengah peningkatan kasus ini,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak lengah, dengan meningkatkan langkah pencegahan guna menekan risiko penyebaran campak yang lebih luas. (**)

Comments