Akses Diblokir

Lain Lain

RSUDAM Lampung Tangani Puluhan Pasien Kasus campak Sejak Awal 2026

Advetorial

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Kasus suspek campak di Provinsi Lampung menunjukkan tren peningkatan sepanjang awal tahun 2026. Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) mencatat, jumlah pasien yang dirawat terus bertambah hingga memasuki pekan ke-13.

Berdasarkan data Pusat Krisis dan Data Kesehatan RSUDAM, sebanyak 70 pasien telah dirawat hingga minggu epidemiologi ke-12. Angka tersebut kembali meningkat setelah ditemukan tambahan kasus pada pekan berikutnya.

Dokter RSUDAM, dr Yuliana, mengatakan bahwa pada minggu ke-13 terdapat enam pasien baru yang harus menjalani perawatan. Dengan demikian, total kasus suspek campak yang ditangani sejak awal tahun mencapai 76 orang.

“Terjadi penambahan 6 kasus di minggu ke-13. Jadi totalnya saat ini 76 pasien yang dirawat sejak awal tahun,” kata dr Yuliana, Sabtu (4/4/2026).

Ia menilai, meningkatnya jumlah pasien yang dirawat menunjukkan bahwa kasus campak yang beredar di masyarakat cenderung sudah memasuki kategori yang lebih serius. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit umumnya mengalami gejala dengan komplikasi atau berisiko memburuk.

“Kalau sudah sampai dirawat, itu menandakan kondisi pasien tidak ringan,” ujarnya.

Menurutnya, situasi ini harus menjadi perhatian karena campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang tinggi. Penyebarannya dapat terjadi dengan cepat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak. Sejumlah pasien dewasa juga tercatat menjalani perawatan dengan kondisi serupa.

“Memang didominasi anak-anak, tetapi ada juga pasien dewasa. Artinya semua usia tetap berisiko,” jelasnya.

Seiring tren yang terus meningkat, RSUDAM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala campak serta segera mencari penanganan medis jika mengalami tanda-tanda infeksi. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah komplikasi sekaligus menekan penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. (*)

Comments