Akses Diblokir

Pendidikan

WR III UIN RIL Ingatkan Mahasiswa Internalisasi Motto Kampus Insan Ber-ISI

Foto: DOK HUMAS UIN RiL

OTENTIK ( Bandar Lampung ) – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Bambang Budiwiranto, Ph.D., mengingatkan pentingnya internalisasi motto kampus Insan Ber-ISI (Intellectuality, Spirituality, dan Integrity) dalam kehidupan mahasiswa.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Seleksi Tertulis dan Wawancara Duta Kampus di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Peran Mahasiswa sebagai Representasi Kampus yang Intelektual, Spiritual, dan Berintegritas.”

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa mahasiswa yang terpilih sebagai Duta kampus bukan hanya berperan sebagai representasi kampus, tetapi juga membawa tanggung jawab lebih luas. Ia menyebut, peran mahasiswa tidak hanya sebatas transfer of knowledge, tetapi juga mencakup transfer moral, karakter, dan sikap.

“Bagi mahasiswa UIN RIL, kita harus menjadi insan ber-ISI, yaitu memiliki intellectuality, spirituality, dan integrity. Ini harus diinternalisasikan dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa menjadi duta kampus bukan sekadar gelar, melainkan bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, proses tersebut tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa.

Di tengah perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi, Bambang mengingatkan agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai fasilitator dan akselerator.

“Silakan memanfaatkan AI, tetapi hanya untuk menunjang. Kita sebagai agent of change harus mampu menciptakan perubahan dan membangun legacy kita sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di tengah maraknya praktik plagiarisme di dunia akademik. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk memikirkan kontribusi nyata yang dapat diwariskan di masa depan. ‘Itu namanya legacy,’

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Bambang menyampaikan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan membawa pahala, termasuk bagi orang-orang yang mengikuti kebaikan tersebut. Sebaliknya, keburukan juga akan berdampak serupa.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya social and emotional learning sebagai bekal masa depan mahasiswa. 

“Selamat berkompetisi, tunjukkan bahwa kalian adalah yang terbaik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL, Novrizal Fahmi, menyampaikan bahwa pada tahap seleksi ini, peserta akan disaring menjadi 50 orang. Ia mengingatkan agar peserta yang lolos tidak bersikap jumawa, dan yang belum berhasil tidak berkecil hati.

“Kalian tetap mahasiswa terbaik UIN RIL. Ketika sudah memutuskan mendaftar, berarti sudah berkomitmen menjadi representasi kampus dan berbuat terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa duta kampus merupakan agen informasi sekaligus garda terdepan dalam branding dan promosi kampus. Karena itu, seluruh peserta, baik yang terpilih maupun tidak, diharapkan tetap menjaga nama baik institusi.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Ahmad Rifai menyampaikan bahwa total terdapat 150 pendaftar Duta Kampus. Dari jumlah tersebut, peserta diseleksi melalui motivation letter, CV, dan berkas administrasi lainnya hingga tersaring 100 peserta yang mengikuti tahap seleksi tertulis dan wawancara.

Tahap selanjutnya adalah motion challenge yang akan diikuti 50 peserta, sebelum akhirnya dikerucutkan menjadi 20 orang untuk mengikuti tahap karantina.

Ia menegaskan bahwa duta kampus bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menjaga nama baik kampus. Karena itu, ia berharap seluruh peserta memiliki komitmen kuat dalam menjalankan peran tersebut.

Adapun tahapan Seleksi Wawancara melibatkan sejumlah Dosen Psikologi Islam dan Duta Raden Intan. (***)

Comments