Hari Kartini, Srikandi PLN Dorong Perempuan Berdaya dalam Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung melalui gugus tugas Srikandi (Srikandi PLN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui pengelolaan dan monetisasi sampah yang terintegrasi dengan pengembangan UMKM.
Dilaksanakan bertepatan dengan hari kartini, Program ini menyasar komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana, yang sebagian juga merupakan pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN menggelar sosialisasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah akses layanan kelistrikan secara digital bagi pelaku usaha. PLN juga menghadirkan program promo tambah daya listrik hingga 50 persen untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing.
Berkolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung, peserta sosialisasi yang juga pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk bergabung dalam program pembinaan berkelanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Pembinaan ini mencakup peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran yang adaptif di era digital.
Penguatan ekonomi turut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelompok Bank Sampah Emak.id Unit Gang Kelana dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunal. Sampah yang telah dipilah dikumpulkan, ditimbang, dan diberikan nilai jual, sehingga mampu menghasilkan tambahan pendapatan bagi para Kartini anggota komunitas. Hingga saat ini, tonase sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih kurang kertas 2,5 ton, plastik 4,2 ton, metalik 1,5 ton, serta jelantah 230 kg. Capaian ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung.
Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. “Melalui Aksi Srikandi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan dan monetisasi sampah menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujar Tarti.
Salah satu peserta kegiatan, Ibu Anik mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.
“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan informasi tentang kemudahan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, serta promo diskon tambah daya listrik yang sangat membantu, kami juga jadi lebih paham bagaimana mengembangkan usaha melalui Rumah BUMN. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu,” ujar Anik.
Melalui inisiatif ini, Srikandi PLN memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.(***)

Comments