Akses Diblokir

Berita Hangat

Datangi Korban Kekerasan di Lampung, Menteri PPPA: Kerja Ini Ladang Ibadah

ISTIMEWA

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi blusukan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Lampung, Minggu (26/7/2026).

Kunjungannya di Jalan Puri Besakih, Bandar Lampung itu bukan seremonial. Arifah langsung menemui korban kekerasan.

Ia berdialog dan memberikan pendampingan psikologis kepada dua anak, laki-laki dan perempuan, korban kekerasan seksual yang saat ini dalam penanganan intensif UPTD PPA.

"Kita kerja di sini bukan karena kewajiban profesi saja. Harus dari hati. Menolong mereka itu kebahagiaan yang tidak bisa dibayar materi. Jadikan pendampingan ini ladang ibadah," kata Arifah di hadapan petugas UPTD.

Apresiasi Layanan Lampung

Arifah mengapresiasi peningkatan sarana prasarana UPTD PPA Lampung. Menurutnya, kualitas layanan di sana sudah jauh lebih baik.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas SDM. Baik lewat pelatihan tatap muka maupun daring, agar bisa menghadapi kasus yang makin kompleks.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung Hanita Farial melaporkan, saat ini 15 kabupaten/kota di Lampung sudah punya UPTD PPA sendiri. Tujuannya mempercepat penanganan kasus.

Kepala UPTD PPA Provinsi Lampung Ria Meylanie membeberkan datanya. Sepanjang 2025, pihaknya menangani 235 kasus. Didominasi kekerasan seksual pada anak dan KDRT pada perempuan.

"Untuk Januari-Juli 2026 sudah ada 72 kasus yang diproses. Setelah renovasi, indeks kepuasan masyarakat juga naik drastis dari 73% jadi di atas 93%," ujarnya.

Ingatkan Jaga SOP dan Rahasia Korban

Di tengah tingginya sorotan publik, Arifah berpesan agar aparat dan pendamping tetap berpegang pada SOP.

Ia juga meminta identitas korban dijaga ketat. Proses hukum jangan buru-buru hanya karena desakan media.

"Validitas data dan keadilan untuk korban harus jadi prioritas," tegasnya.

Sebagai penutup, Arifah menginstruksikan Pemprov Lampung mengadaptasi program "Suara Anak Indonesia" sampai ke daerah. Program lewat gerakan KEMUDI itu untuk menyalurkan aspirasi anak langsung ke dinas terkait. (***)

Comments