DSW PKS Lampung Gelar Bimtekwil PDP, Tegaskan Zero Case Lewat Budaya Disiplin
OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) -- Dewan Syariah Wilayah (DSW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung menggelar Bimbingan Teknis Wilayah (Bimtekwil) Penegakan Disiplin Partai (PDP). Kegiatan berlangsung di Gedung DPTW PKS Lampung, Sabtu (29/8/2026).
Perwakilan Dewan Etik Daerah (DED), Komisi Penegakan Disiplin DED, dan BKAP dari kabupaten/kota se-Lampung hadir dalam Bimtekwil ini.
Ketua DSW PKS Lampung, Tri Mulyono, menyebut Bimtekwil ini jadi momentum penting. DSW ingin menyamakan persepsi dan menyatukan langkah. Tujuannya agar proses penegakan disiplin berjalan dengan standar dan prosedur yang sama di seluruh wilayah.
"Regulasi penegakan disiplin merupakan fondasi tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan berkeadilan. Karena itu, pemahaman terhadap aturan harus kita bangun secara seragam di seluruh jenjang kepengurusan," kata Tri Mulyono.
Tri Mulyono menegaskan, kehadiran DSW bukan untuk menakutkan anggota. DSW hadir untuk memastikan setiap persoalan selesai lewat mekanisme yang adil, punya kepastian hukum, dan sesuai prosedur.
Ia juga meluruskan fungsi aturan partai. Menurutnya, panduan bukan untuk membatasi gerak anggota. Justru dengan memahami koridor dan batasan, anggota punya kepastian untuk bergerak lebih leluasa dalam menjalankan amanah.
"Budaya yang kita bangun menjadikan kepatuhan sebagai kebutuhan, bukan keterpaksaan. Bukan sekadar kepatuhan administratif," tegasnya.
Tri Mulyono juga menjelaskan konsep zero case. Zero case bukan berarti tidak ada laporan atau perkara.
"Zero case justru artinya semakin sedikit pelanggaran. Itu terjadi karena budaya pencegahan semakin kuat, kesadaran kader semakin tinggi, serta kaderisasi dan pembinaan semakin baik," jelasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DSW PKS Lampung Nenden Tresnanursari meminta peserta membawa pulang pemahaman dari Bimtekwil.
"Yang kita bangun bukan hanya pemahaman terhadap aturan, tetapi juga kesamaan cara pandang dan kesiapan menjalankan proses secara profesional. Dengan pemahaman yang sama, insyaallah setiap persoalan dapat kita tangani lebih tertib, objektif, dan sesuai koridor," ujar Nenden.
Nenden berharap ilmu dari Bimtekwil tidak berhenti di peserta. Peserta harus teruskan ke daerah masing-masing agar budaya disiplin tumbuh di seluruh struktur.
Peserta juga dituntut menjadi teladan. Mereka harus mampu menyampaikan materi dan mencontohkan sikap disiplin.
Tri Mulyono menutup dengan harapan besar. Dengan sistem yang baik, SDM kompeten, dan budaya disiplin yang kuat, PKS akan semakin kokoh sebagai partai dakwah yang profesional, bersih, amanah, dan terpercaya. (***)

Comments