Lewat Foodtruck PLN, Menteri BUMN Jamin Kebutuhan Dasar Pengungsi Erupsi Gunung Semeru
PLN
SUMBANGKAN RP 1,2 MILIAR UNTUK PENGSUNGSI ERUPSI GUNUNG SEMERU
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Dalam press release, Minggu (12/12/2021),
PT PLN (Persero) bergegas memulihkan kelistrikan di wilayah terdampak pasca
erupsi Gunung Semeru. Hingga Jumat (10/12), 100 persen sistem kelistrikan di
wilayah Lumajang telah pulih. PLN juga bergerak cepat menyediakan dapur umum
melalui foodtruck PLN untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi para masyarakat
yang terdampak.
Menteri BUMN
Erick Thohir mengapresiasi gerak cepat PLN dalam membantu para pengungsi. Ia
berharap keberadaan foodtruck dan posko bencana PLN mampu meringankan kebutuhan
para pengungsi.
Dalam
kunjungannya ke Lumajang, Erick menyempatkan untuk menyapa chef yang bertugas
untuk menyediakan makanan bagi masyarakat sekitar dan turut ikut menjajal memasak
di dalam foodtruck.
Executive
Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi menjelaskan
gerak cepat PLN pascaerupsi Gunung Semeru tak hanya dalam pemulihan kelistrikan
saja. PLN memberikan bantuan dapur umum melalui 2 unit foodtruck yg memproduksi
total 2.500 porsi per hari untuk mensupply kebutuhan makan pengungsi dan
relawan di Desa Candipuro dan Desa Penanggal (Relokasi dari Desa Supiturang)
Lumajang.
"Kebutuhan
makanan siap saji adalah hal pokok yang pasti diperlukan oleh pengungsi karena
saat terjadi bencana tidak semua orang dapat memasak sendiri untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya," ujar Agung.
Agung juga
mengatakan, PLN juga memberikan bantuan logistik dan tunai kepada masyarakat
langsung maupun melalui Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan total bantuan
senilai Rp 1,2 miliar.
"Semoga
bantuan tersebut dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak musibah
bencana Gunung Semeru," pungkas Agung.
Hingga Jumat
(10/12) sebanyak 112 trafo PLN yang terdampak erupsi sudah kembali pulih.
Sebanyak 29.908 pelanggan yang terdampak sehingga tak teraliri listrik juga
sudah pulih. Tersisa 615 pelanggan yang belum menyala dikarenakan zona belum
aman, rumah-rumah rusak dan penghuni masih di lokasi evakuasi. (ida/rls)

Comments