Lain Lain

Tujuh Hari Menembus Ombak Seputih: Misteri Hilangnya Hadi Waluyo Berakhir dalam Pasrah

Foto: ISTIMEWA
OTENTIK ( LAMPUNG ) — Harapan tipis yang tersisa selama sepekan terakhir akhirnya menemui jalan buntu. Operasi pencarian terhadap Hadi Waluyo (39), pria yang hilang setelah terjatuh dari KM Peri Asih di Perairan Seputih, resmi dihentikan pada Senin (26/1). Keputusan berat ini diambil setelah Tim SAR Gabungan berjuang melawan waktu dan cuaca selama tujuh hari berturut-turut tanpa hasil.


Ikhtiar Maksimal di Tengah Gempuran Ombak

Sejak laporan pertama diterima, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Lampung langsung bergerak cepat. Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang bahu-membahu bersama TNI AL, Polairud, hingga nelayan lokal untuk menyisir setiap sudut perairan. Mengandalkan SAR MAP Prediction dan penyisiran manual menggunakan perahu karet hingga speed lidah, petugas telah memetakan area secara mendalam dari fajar hingga terbenam matahari.

BACA JUGA: Hingga Pencarian Hari ke-4, Nelayan Jatuh dari KM Aldo Putra 02 Belum Ditemukan

Titik Buntu di Hari Ketujuh

"Seluruh upaya telah kami kerahkan secara maksimal," tegas Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri. Meski area jatuhnya korban telah dipetakan dan disisir berkali-kali secara menyeluruh, alam seolah menyimpan rapat rahasia keberadaan Hadi. Hingga hari terakhir batas standar operasi, tak ada satu pun tanda atau puing yang mengarah pada titik terang.

Keputusan Pahit: Antara Prosedur dan Pemantauan

Evaluasi mendalam yang melibatkan keluarga korban menjadi momen paling emosional dalam penutupan operasi ini. Berdasarkan kesepakatan bersama, operasi pencarian dinyatakan selesai dan berganti status menjadi pemantauan. Meski personel ditarik kembali ke kesatuan masing-masing, pintu harapan tidak sepenuhnya tertutup.

“Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan segera dibuka kembali,” tutup Zian Fajri sebagai pernyataan penutup misi kemanusiaan tersebut. (***)

Comments