Direktur PTKI Kemenag Dorong PTKIS Lampung Perkuat SDM dan Budaya Mutu
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. KH. Sahiron Syamsuddin, M.A., mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) di Lampung untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan budaya akademik.
Menurutnya, peningkatan mutu perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan mengejar akreditasi, tetapi harus dibangun melalui budaya akademik yang konsisten.
Hal itu disampaikan Sahiron dalam Forum Strategis PTKIS Lampung Tahun 2026 yang digelar Kopertais XV Lampung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan bertema Transformasi Tata Kelola dan Budaya Mutu PTKIS Menuju Perguruan Tinggi Unggul dan Berdaya Saing tersebut diikuti pimpinan dan dosen dari 35 PTKIS di Lampung.
Dalam pemaparannya, Prof. Sahiron menekankan pentingnya membangun komitmen bersama untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Karena itu, forum tersebut tidak hanya menjadi pertemuan para pimpinan kampus, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan bertukar gagasan mengenai pengembangan perguruan tinggi.
“Marilah kita bersama-sama menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan kita, lembaga pendidikan kita,” kata Sahiron.
Menurutnya, penguatan SDM menjadi salah satu faktor paling signifikan dalam meningkatkan kualitas institusi. SDM perguruan tinggi mencakup mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen. Ketiganya perlu terus dikembangkan agar mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Kalau SDM-nya sudah berkualitas, institusinya juga berkualitas,” ujarnya.
Sahiron meminta pimpinan PTKIS memanfaatkan program-program yang disediakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), baik untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa maupun mengembangkan kompetensi dosen. Ia juga mendorong dosen yang telah menyelesaikan pendidikan S2 untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral melalui berbagai peluang beasiswa.
Salah satu program yang disorot ialah kesempatan magang mahasiswa yang terbuka bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) maupun swasta (PTKIS) yaitu program PRIMA Magang PTKI.
Program tersebut menyasar mahasiswa semester tujuh atau semester sembilan yang belum lulus. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapat pembekalan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menambah keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.
Prof Sahiron meminta pimpinan perguruan tinggi memastikan kampusnya telah terdaftar dalam program penerimaan magang agar mahasiswa memiliki akses terhadap kesempatan tersebut.
Ia juga mengingatkan agar proses pembelajaran di kampus terus dievaluasi dan dijalankan sesuai standar akademik sehingga lulusan memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
Untuk pengembangan dosen, Diktis juga menjalankan Program Persiapan Bahasa dan Akademik (PPBA).Program ini ditujukan bagi dosen PTKIN dan PTKIS yang telah menyelesaikan pendidikan S2 dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi doktoral.
Prof Sahiron berharap pembinaan tersebut menjadi bekal bagi dosen untuk melanjutkan studi doktoral dan meningkatkan kualitas penelitian maupun pengajaran.
“Jangan sampai dosen-dosen PTKIS tidak punya kesempatan untuk pengembangan itu. Semuanya memiliki hak yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertais XV Lampung yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., mengatakan forum strategis tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi pemikiran, gagasan, dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan tinggi keagamaan Islam swasta di Lampung.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak lagi sebatas memenuhi kuota penerimaan mahasiswa baru. Perguruan tinggi juga dituntut memiliki tata kelola yang baik (good university governance) dan membangun budaya mutu (quality culture) secara konsisten.
Ia menegaskan, mutu harus menjadi bagian dari keseharian akademik atau academic lifestyle, bukan sekadar standar di atas kertas. Menurutnya, sejumlah PTKIS di Lampung telah menunjukkan perkembangan, di antaranya melalui program studi yang meraih akreditasi baik sekali dan unggul, serta jurnal yang terindeks Scopus.
Ia juga mengapresiasi para pimpinan dan dosen yang hadir dari berbagai daerah. Kehadiran mereka, termasuk peserta yang menempuh perjalanan hingga 12 jam, menunjukkan semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing.
UIN Raden Intan Lampung, lanjutnya, membuka kesempatan bagi perguruan tinggi lain untuk berbagi pengalaman dan mempelajari praktik-praktik baik yang telah dikembangkan. Ia menyebut sejumlah capaian UIN Raden Intan Lampung, baik di bidang akademik maupun nonakademik, termasuk penghargaan sebagai pengelola dan penyelenggara keuangan SBSN terbaik kedua secara nasional serta capaian kepatuhan pajak di Provinsi Lampung.
Forum ini turut dihadiri Wakil Koordinator Kopertais XV Lampung yang juga Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Sekretaris Koordinator Kopertais XV Lampung, serta Forum Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah XV Lampung Masa Bakti 2026–2030. Para rektor, ketua, pimpinan atau perwakilan perguruan tinggi, serta dosen dari 35 kampus di bawah naungan Kopertais XV Lampung mengikuti kegiatan tersebut.(***)

Comments