Akses Diblokir

Pendidikan

Dari Lampung ke Panggung Dunia, Unila Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif Berorientasi Dampak

Foto: DOK HUMAS UNILA

OTENTIK ( JAKARTA ) -- Universitas Lampung (Unila) memperkuat langkah menuju perguruan tinggi yang berdampak melalui partisipasi dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Keikutsertaan Unila dalam forum ekonomi kreatif dunia ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi internasional dan mendorong peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan daya saing Indonesia.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., hadir bersama Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) Unila, Dr. Budi Sutomo, S.Si., M.Si. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan mitra internasional dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, yang menekankan pentingnya kreativitas inklusif, kolaborasi lintas sektor, serta keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas peluang, tantangan, dan arah pengembangan ekonomi kreatif di tengah perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global.

Pembukaan konferensi dilakukan oleh Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Kehadiran 42 negara delegasi internasional dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari berbagai wilayah Indonesia menunjukkan pentingnya kemitraan lintas negara dalam memperluas peluang inovasi, pengembangan talenta, dan penciptaan nilai ekonomi berbasis kreativitas.

Salah satu agenda strategis dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, termasuk Unila, dengan Sekretaris Utama Kementerian Ekonomi Kreatif. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif dan Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia.

Agenda ini menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif. Bagi Unila, kerja sama tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menjajaki berbagai inisiatif yang relevan dengan kapasitas akademik kampus, kebutuhan masyarakat, potensi daerah, serta perkembangan industri kreatif.

Dalam kerangka Diktisaintek Berdampak, kerja sama perguruan tinggi perlu diarahkan melampaui kegiatan seremonial dan administratif. Kolaborasi diharapkan berkembang menjadi program yang memiliki sasaran jelas, dapat ditindaklanjuti, dan berpotensi menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat, dunia usaha, serta lingkungan. Implementasinya tetap memerlukan penyusunan program bersama, penetapan bidang prioritas, dan kesepakatan tindak lanjut dari para pihak.

Partisipasi Unila dalam WCCE 2026 sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai penggerak perubahan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan dan pengetahuan, tetapi juga perlu membangun solusi yang menjawab persoalan nyata serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ekonomi kreatif, perguruan tinggi memiliki peluang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kreativitas masyarakat, potensi lokal, perkembangan teknologi, dan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut dapat membuka ruang pengembangan talenta kreatif, penguatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan kekayaan intelektual, serta pengembangan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah.

Bagi Unila, peluang ini relevan dengan upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Lampung. Potensi daerah dapat dikembangkan melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan inovasi, dengan melibatkan sivitas akademika, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Pengembangan program tersebut perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal agar manfaatnya tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat dirasakan oleh penerima manfaat.

Tema WCCE 2026 juga menyoroti pentingnya membangun ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan. Penggunaan kecerdasan artifisial untuk mendukung kreativitas manusia, penerapan prinsip ekonomi sirkular, penguatan ekosistem kreatif yang memberdayakan, serta perlindungan kekayaan intelektual menjadi sejumlah arah strategis yang relevan untuk dibahas dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Bagi perguruan tinggi, agenda tersebut membuka kesempatan untuk memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring akademik dan industri, serta menjajaki pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi internasional juga dapat memperluas perspektif sivitas akademika sekaligus membuka peluang agar gagasan dan potensi lokal terhubung dengan ekosistem global.

Melalui partisipasi dalam WCCE 2026, Unila menegaskan pentingnya menjadikan jejaring nasional dan internasional sebagai sarana untuk memperkuat kontribusi kampus. Semangat Diktisaintek Berdampak menuntut agar peluang kolaborasi diterjemahkan menjadi langkah nyata yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan daya saing daerah.

Dengan demikian, keterlibatan Unila dalam forum ekonomi kreatif dunia bukan sekadar kehadiran dalam agenda internasional, melainkan momentum untuk memperluas peluang kemitraan dan menyiapkan langkah kolaboratif yang menghubungkan keunggulan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dari Lampung, kontribusi perguruan tinggi diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan semakin kompetitif di tingkat global. (***)

Comments