Akses Diblokir

Pendidikan

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Aulia Belajar Mengukur Kemampuan di Olimpiade Unila

Foto: DOK HUMAS UNILA
OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Bagi Aulia Nurul Arifah, mengikuti Olimpiade Sains bidang Biologi untuk pertama kalinya saat duduk di kelas X bukan sekadar kesempatan untuk berkompetisi. Siswi SMA Darul Fatah Bandar Lampung ini ingin mengukur kemampuannya, mendapatkan pengalaman baru, sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu ia pelajari.

Aulia menjadi salah satu peserta dalam kompetisi yang digelar di Laboratorium Terpadu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari gelaran Olimpiade Sains dan Matematika Komputer (OSAMAKOM) IX.

Sebelum mengikuti perlombaan, Aulia mengaku telah mempersiapkan diri selama sekitar dua minggu dengan berlatih mengerjakan berbagai soal. Meski waktu persiapannya relatif singkat, ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenali kemampuannya dan merasakan langsung suasana kompetisi.

“Persiapannya baru sekitar dua minggu, tetapi saya sudah banyak latihan soal. Karena ini pertama kali ikut olimpiade di kelas X, saya juga ingin tahu sejauh mana kemampuan saya,” ujar Aulia.

Baginya, hasil perlombaan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pengalaman menghadapi soal, bertemu peserta lain, dan mengetahui kekurangan diri menjadi bagian dari proses belajar yang ingin ia bawa pulang.

“Menang atau kalah, menurut saya tetap dapat pengalaman baru. Jadi, yang penting kita berani mencoba dan tahu apa yang masih perlu dipelajari,” katanya.

Semangat untuk mencoba juga terlihat dari persiapan siswa SMA Negeri 5 Metro. Sekolah tersebut mengirimkan tiga siswa untuk mengikuti kompetisi Biologi, yakni Fatan, Gasana, dan Zaki, yang berasal dari kelas XI dan XII.

Guru pendamping SMA Negeri 5 Metro, Tias Larastasia, S.Pd., menjelaskan bahwa persiapan khusus menjelang perlombaan dilakukan selama tiga minggu. Namun, latihan Biologi sebenarnya sudah menjadi bagian dari kegiatan belajar siswa sebelum persiapan intensif dimulai.

“Sebenarnya anak-anak ini sudah rutin latihan Biologi, jadi bukan baru belajar ketika mau lomba saja. Menjelang kompetisi, selama tiga minggu kami menambah persiapan dan lebih banyak belajar di luar kelas. Anak-anak juga antusias karena mereka melihat lomba ini sebagai tantangan yang ingin dicoba,” ujar Tias.

Menurut Tias, kompetisi memberikan kesempatan bagi siswa untuk menguji pemahaman sekaligus mengenali minat dan potensi mereka. Pengalaman mengikuti perlombaan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan hal-hal yang perlu diperdalam dalam proses belajar berikutnya.

“Saya senang ada kegiatan seperti ini karena anak-anak punya kesempatan untuk mencoba kemampuan mereka. Dari sini kita bisa melihat minat dan potensi siswa. Yang penting, mereka berani mencoba, mau belajar, dan terus mengembangkan kemampuan yang mereka punya,” katanya.

Bagi Aulia, pengalaman pertamanya di arena olimpiade menjadi langkah awal untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Ia memiliki cita-cita menjadi psikolog dan memandang kegiatan belajar, termasuk melalui kompetisi, sebagai salah satu cara untuk menambah pengetahuan serta mengembangkan diri.

Ia berharap Unila terus menyelenggarakan kegiatan serupa agar semakin banyak siswa SMA sederajat memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan dan membangun kepercayaan diri. (***)

Comments