Berita Hangat

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Resmikan Kampung Kopi

OTENTIK (LAMPUNG BARAT)– Panen Raya Kopi sekaligus Presmian kampung kopi  yang di kemas dalam Rangkai Festival Kopi di helat di Pekon Rigis Jaya Kecamatan Air Hitam, Minggu (22/07/2018), yang diresmikan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bersama Direktur Jendral (Dirjen) Perekebunan Kementrian Pertanian Bambang dan di hadiri Anggota DPR RI Sudin S.E, Mantan Bupati Lampung Barat 2 Periode Mukhlis Basri, Serta Dirjen Pertanian dan Perkebunan Ir. Bambang, M.M., Kadis Perkebunan Dan Perternakan Provinsi Lampung Desi Romas, Bupati Lambar Parosil Mabsus, Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua DPRD  Lambar Edi Novial, Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto, Dandim 0422 LB, Letkol Kaveleri Adri Nurcahyo serta OPD Lampung Barat dan Ribuan Masyarakat Petani Kopi.

Acara festival panen kopi tersebut di tandai dengan penandatangan prasasti Kampung Kopi Rigis Jaya oleh ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dilanjutkan pemukulan gong bahwa telah dibukanya festival kopi.

Ketua MPR RI asal Lampung tersebut menceritakan masa kecilnya yang berasal dari petani kopi dan lada di Lrovinsi Lampung ini. Dan bisa menjadi MPR RI juga dari letani kopi dan lada. “Masa kecil saya, saya nanam kopi yang diselingi lada membantu ayah saya, dan setelah itu untuk modal saya sekolah,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat Lampung Barat khususnya untuk jangan minder dengan asal usulnya sebagai anak seorang petani untuk menggapai cita citanya. Dan untuk merealisasikan cita cita harus dengan pendidikan dan belajar. “Jadi jangan minder jadi anak petani, saya juga jadi MPR ini dari anak petani kopi dan Lada, yang penting mau belajar, mau sekolah dan berusaha, mudah mudahan ada nanti ada jadi MPR, Kapolri atau Menteri,” imbaunya.

Ia juga meminta kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan dan membantu pendidikan kepada anak petani. Dan mengenai kopi yang perlu di atasi adalah tentang tata niaga, disini Ditingkat petani sekilo hanya sekitar Rp. 20 ribu tapi di cafe ternama segelas kopi mencapai Rp. 60 Ribu bahkan Kalau Kopi Luwak sampai 200 ribu per gelasnya. “Jadi yang menjadi PR adalah Tata Niaga untuk masalah kualitas dan produksi saya rasa semakin kesini semakin lebih baik. Kata Zulkifli,” tandasnya. 

Sementara itu Bupati Lambar Parosil Mabsus menyampaikan panen raya kopi sebagai rangkaian kegiatan dalam acara festival kopi lampung barat tahun 2018 bertujuan untuk bisa secara langsung mengajak wisatawan untuk melihat langsung memetik hasil panen kopi masyarakat dikebun kopi, memberikan pengalaman yang berbeda kepada tamu dan wisatawan yang berkunjung sekaligus memperkenalkan budaya atau tradisi masyarakat lokal dalam mengelola kebun kopinya.

Kemudian dalam kegiatan panen raya ini, akan ditampilkan bagaimana memetik buah kopi bersama 10.000 petani kopi, pengelolaan kopi dari hulu sampai hilir serta kegiatan-kegiatan lain yang mendukung budidaya kopi, antara lain kegiatan peremajaan kopi, fasilitasi pasca panen kopi, desa mandiri benih kopi serta integrasi dengan sektor peternakan. diharapkan melalui moment panen raya ini juga merupakan salah satu tanda syukur kepada tuhan yang maha esa karena melimpahnya hasil panen. 

Selanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan semangat petani untuk bekerja sehingga produksi dan produktivitas komoditas kopi meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. (pho/ptr/jml)


Comments